Lintastoday – Lingga – Kepulauan Riau — Kondisi rusaknya jalan umum lintas Singkep Selatan yang menjadi akses penghubung antarwilayah kembali mendapat perhatian. Kepala Desa Marok Kecil bersama masyarakat setempat melakukan gotong royong sebagai bentuk kepedulian terhadap infrastruktur publik yang belum sepenuhnya tertangani oleh pemerintah.
Kepala Desa Marok Kecil, Alai, saat ditemui awak media di lokasi kegiatan gotong royong, Senin (5/1/2026), menyampaikan bahwa ruas jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat Desa Marok Kecil, Desa Resang, Desa Pulau Lalang, serta jalur terdekat menuju pusat pemerintahan Kecamatan Singkep Selatan.
“Jalan ini merupakan jalur utama aktivitas masyarakat dan pemerintahan. Kondisinya rusak dan berlumpur, sehingga kami bersama warga berinisiatif melakukan perbaikan sementara agar tetap bisa dilalui,” ujar Alai.
Menurut Alai, gotong royong yang dilakukan pemerintah desa dan masyarakat tidak dimaksudkan menggantikan peran pemerintah daerah, melainkan sebagai langkah darurat demi keselamatan pengguna jalan.
“Perlu dipahami, jalan ini merupakan jalan umum yang kewenangan pembenahannya berada pada pemerintah daerah sesuai pembagian urusan pemerintahan
“Namun sebagai pemerintah desa, kami tidak bisa tinggal diam melihat kondisi yang membahayakan masyarakat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan dengan menimbun titik-titik jalan berlumpur menggunakan material pasir sekitar 30 lori, terutama pada ruas jalan tanah merah yang licin saat musim hujan. Ruas jalan yang dibenahi tersebut secara administratif berada di wilayah Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep.
Dari sudut pandang pemerintahan, Alai menilai kegiatan gotong royong ini sejalan dengan semangat partisipasi masyarakat yang selama ini menjadi salah satu prinsip pembangunan daerah. Namun demikian, ia menegaskan bahwa penanganan permanen tetap membutuhkan kebijakan dan anggaran pemerintah kabupaten maupun provinsi
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Lingga dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dapat memasukkan ruas jalan ini dalam program prioritas pembangunan infrastruktur, terutama penyambungan kembali aspal yang terputus di wilayah Desa Batu Berdaun,” ujarnya.
Ia menambahkan, akses jalan yang layak merupakan bagian dari pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat, khususnya bagi desa-desa yang tergolong terpencil dan memiliki keterbatasan akses
“Pemerataan pembangunan adalah amanat pemerintah. Kami hanya ingin masyarakat desa bisa menikmati akses jalan yang sama baiknya dengan wilayah lain, agar roda ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik berjalan maksimal,” tutup Alai.
Editor: E. Fik




