Lingga — Lintastoday.com. Saya sangat menyayangkan statement seorang mahasiswa disebuah media online yg mengusulkan kepada Bupati Lingga, agar mencopot Asisten II Ekonomi Pembangunan dr jabatannya dikarenakan tdk berpungsi sama sekali dalam masalah BBM Mitan (minyak tanah) bersubsidi yg mengakibatkan terjadi keterlambatan dlm pendistribusian di Lingga.
Ketelambatan MITAN utk bulan Juli dikarenakan Kapal pengangkut rusak dan surat-surat dalam proses perpanjangan izin layar dan itu sdh ditanyakan ke pemilik dan hari kamis 1 minggu yg lalu MITAN sdh sampai dipelabuhan Sungai buluh.
Untuk kita fahami bersama Pemda Lingga (khususnya Bagian Ekonomi) mulai menata pengaturan MITAN sejak hampir 3 tahun yg lalu, sejak zaman Kabag nya Badoar Hery dan dilanjutkan dgn Ibu Sumiarsih, kita juga sdh beberapa kali nengadakan rapat dgn pihak Pertamina (Bersama beberapa anggota DPRD Lingga) dan BPHMigas di Jakarta bersama Bpk Bupati, gunanya adalah bagaimana BBM tersebut bisa didapat utk mencukupi kebutuhan.
Kita juga membuat formulasi dan standrat pembagian macam mana MITAN tersebut harus sampai ketangan masayarakat dgn kondisi kuota MITAN terbatas tapi harus sampai dgn harga yg sudah ditetapkan (Rp.4.150/liter).
Saya juga bersama Bagian Ekonomi sdh beberapa kali mengadakan rapat dan pertemuan dengan para camat, Lurah dan Kades agar pendistribusian dan pengawasan terhadap MITAN sampai kesasaran dg tepat harga.
Sampai hari ini pun saya bersama salah satu Kasubag Ekonomi (Zabrinaldi) serta para Camat, Lurah dan Kades tetap melakukan pemantauan dan pengawasan Mitan di wilayah Pulau Dabo dan sekitarnya, apabila dijumpai penyimpangan yg tidak sesuai dgn HET dan takaran liter, saya pastikan Rekomendasi yg diberikan kepada pemilik kios akan dicabut dan diserahkan kepada orang yg dianggap layak oleh pihak Desa, Kelurahan dan camat.
Apakah usaha atau kerja yg disusun dan dilakukan dianggap nol oleh sdr. Rian (koordinator FAM Lingga).
Apakah saya tidak boleh menanyakan bagaimana tolak ukur penilaian yg dibuat oleh sdr. RIAN, kemudian beliau menjawab MASALAHNYA CUKUP PANJANG DAN LAGIPUN BPK LAH TUE, TUNGGU MATI AJE.
Saya bilang, ini seorang mahasiswa dan seorang Pemuda yg lg stress, yg belum menemukan jatidiri seorang mahasiswa.
Apakah pertanyaan saya, kepada yg bersangkutan dianggap ANTI KRITIK dan dikatakan INTIMIDASI ?
Kalaulah ada solusi yg saudara anggap mampu dan layak utk kita bahas dan aplikasikan kepada masayarakat, mari kita duduk bersama dan kita aplikasikan kemasyarakat.ucap Yusrizal melalui via WhatsApp pada Tgl.31/07/2020
Jangan sampai statement kita merupakan fitnah dan pembunuhan karakter, trimks / Yusrizal.tutup Yusrizal.
Taufik


