Tulang Bawang Barat, Lintastoday.com — Pasalnya apa yang dikerjakan dalam kegiatan pembangunan rehab tersebut tidak sesuai dengan JUKNISnya sehingga hasil pekerjaan pembangunanya pun terkesan asal jadi.Selasa (25/08/2020)
DAK adalah singkatan dari Dana Alokasi Khusus yang bisa bersumber dari daerah provinsi. Dalam DAK pendidikan maksud dan tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan agar bagaimana dalam kegiatan belajar mengajar merasa nyaman dan aman, dalam DAK berbagai macam jenis kegiatannya bisa rehab ruang kelas, rehab ruang guru, rehab ruang perpustakaan,pembuatan ruang kelas baru,pembuatan ruang guru atau kantor dan lain sebagainya.
Tapi apa yang terjadi di SDN 01 Pagar buana Kecamatan Way Kenanga Kabupaten Tulang Bawang Barat,apa yang dikerjakan nampak tidak sesuai dengan JUKNISnya karena terlihat kegiatan pembangunan tersebut terkesan asal jadi,seperti dalam salah satu kegiatannya dalam peningkatan mutu pendidikan rehab ruang perpustakaan disitu hanya dilakukan pergantian lantai keramik, ganti plafon yang dan mengecatan ulang,padalah dalam fisik bangunan perpustakaan tersebut masih banyak yang harus diganti dan diperbaiki.
Sedangkan banyak juga disekolah lain yang mendapatkan jenis kegiatan yang sama dan anggaran yang sama tapi dengan hasil yang baik dan memuaskan.
Dalam susunan kepanitiaan pembangunan sekolah tersebut pun nampaknya kepala sekolah SDN 01 Pagar buana SUKARDI memilih ketua panitia pembangunan sekolah (P2S)nya main tunjuk, karena kami nilai P2Snya kurang berpengalaman serta kurang memahami tugas dan fungsinya selaku ketua panitia.
Saat dikonfirmasi SELAMET selaku ketua panitia pembangunan sekolah mengatakan; “Saya hanya ditugaskan untuk melihat-lihat yang kerja saja pak,dan saya gak tau apakah saya ini ketua panitia atau bukan, yang pasti saya di suruh dan penanggung jawabnya adalah pak Sukardi”ungkap Selamet kepada kami.
Dalam hal di atas kuat dugaan kami ada indikasi Korupsi yang di lakukan oleh kepala sekolah SDN 01 Pagar buana baik secara pribadi maupun koorporasi demi untuk memperkaya diri sendiri.
Kami berharap kepada pihak pemerintah kabupaten tulang bawang barat khususnya dinas terkait, Inspektorat dan aparat penegak hukum lainnya untuk menindak tegas apabila ada oknum-oknum kepala sekolah yang melakukan tindak pidana korupsi demi kepentingan pribadinya sendiri.
bersambung..(Andika/Rachmat).
