Masyarakat Pusek Menolak Aktivitas PT Supreme Alam Resources Yang Akan Beroperasi Tambang Timah.

LINGGA – masyarakat yang menolak aktivitas tambang timah laut, yang dilakukan oleh PT Supreme Alam Resources (SAR). Karena, menimbulkan pencemaran lingkungan dan hasil tangkapan nelayan sangat berkurang dan habis tangkapan lain nya..

Dengan sampai,saat ini 1 masyarakat belum ada yang menerima selembar surat pun, tentang pemberitahuan terkait eksploitasi timah laut yang dilakukan PT Supreme Alam Resources (SAR), yang beroperasi di laut Kepulauan Posek. Meski telah memiliki lzin Usaha Pertambangan (IUP), operasi produksi mineral logam komoditas timah dari Pemprov Kepri, seharusnya ada pemberitahuan kepada pemerintah setempat, apa kah dari PT tersebut secara diam diam atau hannya berkomunikasi dengan kadis desa tersebut..

Tiba tiba datang beberapa lembar kertas mengatakan izin ber oprasi di wilayah desa posek tersebut seharusnya terlebih dahulu memberitahu kecamatan, sebagai perwakilan Pemkab Lingga, yang notabene pemilik wilayah di mana perusahaan tersebut beraktivitas

Menurutnya, masyarakat tiga desa di Kepulauan Posek, dan dua desa di Kecamatan Singkep Barat, mengantungkan hidupnya sebagai nelayan. Udang dan ikan itulah tempat kami mencari rezeki.

Dikatakannya, meski telah memiliki izin, seharusnya pihak perusahaan melakukan sosialisasi terhadap aktivitas yang akan dilakukan kepada Pemkab Lingga, dan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman atas kegiatan yang dilakukan 15/10/2020.

sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan RT/RW di Kecamatan Kepulauan Posek, mewakili desa akan berusaha unjuk rasa dan akan menyampaikan sikap penolakan beroperasi tambang timah di laut ini. terangnya.

Dikatakan, wilayah operasional PT SAR di laut, yang masuk dalam operasional perusahaan seluas 14.090 hektare, di laut Pulau Alang Tiga. Perairan itu sebagai lokasi penangkapan ikan bagi nelayan.

“Kalau penambangan dilakukan di tempat itu, bagaimana dengan nasib anak dan isteri kami yang selama ini.dengan para nelayan dan masyarakat kusus nya di daerah desa posek ini. ke depannya. Sementara, penambangan timah akan dilakukan hanya beberapa mil dari bibir pantai. Tentunya laut akan tercemar lumpur dll.

Kita berharap kepada pemerintahan
lingga agar tidak mengorbankan masyarakat terutama terutama pada masyarakat yang bergantungan hidup sebagai Nelayan. tutup warga

 

 

Penulis:Ijal

Editor: Encek Taufik

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *