Lintastoday.com, Hanura—Desa merupakan unit terkecil dalam sistem pemerintahan. Desa memiliki peran yang sangat penting untuk pembangunan nasional. Membangun desa berarti juga memulai untuk pembangunan nasional. Kamis (26/11/2020).

Salah satu inovasi yang cukup terkenal akhir-akhir ini untuk lebih memajukan desa adalah dengan konsep Smart Village. Konsep ini merupakan pengembangan dari konsep Smart City yang lebih dulu dikenal di masyarakat.

Konsep Smart City yang telah ada tidak bisa diterapkan di desa, karena konsep ini memang lebih cocok diterapkan di kota, serta antara kota dan desa memiliki karakter yang berbeda, sehingga kemudian muncul konsep Smart Village yang diterapkan di desa.

Pada dasarnya, konsep Smart Village merupakan sebuah konsep bagaimana suatu desa dapat menyelesaikan berbagai permasalahannya dengan cerdas.
Konsep Smart Village juga harus didukung oleh beberapa komponen agar penerapannya mampu memberikan dampak positif dan maksimal.
Komponen tersebut antara lain Smart Institution, Smart Infrastructure, Smart Service Delivery, Smart Technology and Innovation, dan Smart Societis. Untuk menjalankan segala komponen tersebut dengan baik, dibutuhkan dukungan dan kerjasama yang baik satu sama lain.
Selain itu, dalam mewujudkan desa dengan konsep Smart Village, pemerintah desa ataupun masyarakat desa itu sendiri membutuhkan bantuan beberapa elemen penting seperti organisasi sosial, petani, buruh, dan perusahaan-perusahaan kecil ataupun besar.
Membangun desa dengan konsep Smart Village tidak hanya berfokus pada penerapan kecanggihan teknologi di suatu desa, tetapi ada hal yang lebih utama, yaitu lebih kepada bagaimana konsep ini mampu mengubah kondisi masyarakatnya menuju keadaan yang lebih baik dan sejahtera.
Menumbuhkan kesadaran di masyarakat akan pentingnya sebuah inovasi dalam usaha kecil yang berpotensi untuk menciptakan kewirausahaan, dan meningkatkan kualitas pelayanan di desa agar lebih mampu memberikan kenyamanan dan kepuasan pada masyarakat.
Selain itu, kunci dari suksesnya konsep Smart Village adalah dengan menambah pengetahuan masyarakat desa melalui pendidikan dan pengembangan keterampilan.
Dengan adanya Smart Village ini, peran pemerintah desa akan lebih dioptimalkan dengan tujuan agar dapat mengelola sumberdaya desanya secara efektif, efisien, dan sustainable.
Salah satunya pemerintahan Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran yang terpilih calon lokasi program desa berjaya tahun 2021.
Wakil Gubernur Provinsi Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) dalam kunjungannya ke Desa Hanura, mengatakan, semua desa memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM), tapi terkadang pengelolaannya belum maksimal.
“Desa Hanura memiliki potensi di sektor wisata. Selain itu, juga masuk sebagai desa digital, dengan memanfaatkan sampah untuk meningkatkan pendapatan desa.
Untuk meningkatkan wisata Hanura, dapat membangun rest area, memperbanyak kuliner, serta meningkatkan atraksi wisata,” kata Nunik.
Dengan dibangun rest area dan memiliki kuliner, maka masyarakat yang hendak berwisata akan dapat membeli atau mengambil kuliner di Desa Hanura.
Selain itu, hal ini juga dapat menambah atraksi untuk meningkatkan wisatawan. “Kami akan mengkaji lebih lanjut terkait potensi yang didapat dioptimalkan di Desa Hanura,” ujar Nunik.
Rio Remota Kepada Desa Hanura ketika ditemui ruang kerja kepada jurnalis media Lintastoday.com mengatakan, bahwa kepala desa itu perpanjangan tangan dari pemerintah pusat maka baik itu dari Presiden, Gubernur, Bupati sampai dengan tingkat bawah.
Maka Kepala desa itu harus bisa mengayomi dan memberikan pelayanan yang prima dan terbaik bagi masyarakatnya, maka selalu bersinergi baik dan menciptakan desa-desa lebih inovatif, kreatif untuk bisa menyelasaikan masalah-masalah interen di desanya dengan cepat dan lebih baik lagi..itu lah tujuan “Smart Village,” ujar Rio.(Asep/Andika)
