Kades Dasman : Hadirkan prinsip Akuntabilitas dan Keterbukaan Mengelola DD Kepada Publik

Lampung Selatan (LINTASTODAY)–-Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyatakan, Dana Desa yang telah disalurkan sampai akhir 2020 mencapai Rp 71,1 triliun. Angka tersebut mencapai 99,95 persen dari target yang ditentukan.

Abdul Halim mengungkapkan, realisasi penyaluran Dana Desa ini dapat terwujud dengan adanya reformasi Januari 2020 yang langsung disalurkan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Desa.

Atas kepimpinan Dasman sebagai orang nomor 1 di Desa Budi Lestari Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan, Prov. Lampung, yang mana atas pengelolaan dana desa sudah terealisasi 100 persen dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat dan daerah.

Seperti hal nya kegiatan Desa yang mana pembangunan fisik dan pemberdayaan manusia untuk kemajuan desanya dilaksanakan secara swadaya masyarakat bersama perangkat desanya.

Dalam pengelolaan DD, Desa Budi Lestari Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan, Prov. Lampung, menuai apresiasi dari banyak kalangan.

Para pemangku kepentingan (stakeholder) Kepala Desa Dasman, dinilai mampu menghadirkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan keterbukaan dalam mengelola dana desa kepada publik.

Prinsip akuntabilitas dan keterbukaan pengelolaan dana desa tersebut salah satunya dapat dilihat dari banyaknya saluran yang disediakan oleh aparatur Desa dalam menyampaikan informasi penggunaan dana desa.

Para warga desa Budi Lestari dengan mudah mengawasi penggunaan dana dari website, baliho, hingga laporan rutin yang disampaikan aparatur Desa kepada mereka.

“Apa yang dilakukan oleh aparatur Desa Budi Lestari ini patut diapresiasi, karena telah menjalankan keterbukaan sebagai salah satu prinsip dasar akuntabilitas pengelolaan dana desa,” tegasnya.

Untuk mencapai pengelolaan dana desa yang akuntabel dan transparan, dibutuhkan beberapa tahapan. Pertama proses musyawarah perencanaan harus melibatkan setiap elemen warga desa.

Di sini setiap peserta rapat harus membawa “bahan” berupa daftar masalah yang ada di desa , baik masalah ekonomi, sosial, dan lainnya.

“Adanya list masalah itu akan menentukan skala prioritas pembangunan yang harus dilakukan di desa tersebut. Dengan demikian program kerja akan sesuai dengan kebutuhan lokal,” harapnya.

Langkah kedua, semua stakeholder desa harus taat terhadap segala aturan desa agar tidak melanggar hukum. Baik terkait teknis pencatatan keuangan; teknis administrasi umum; dan teknis infrastruktur lembaga.

“Selain itu harus ada sikap tertib dan disiplin anggaran. Misalnya, perlu melakukan pekerjaan yang lebih detail lagi terkait proses penggunaan dana desa sejak anggaran diterima.

Melakukan pencatatan transaksi dan pengumpulan bukti-bukti otentik transaksi penggunaan dana desa. Jika tahapan itu dilakukan maka pengelolaan dana desa Insyaallah akan kian berkualitas,” pungkasnya.

Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 mendisrupsi pembangunan desa. APBDes untuk bencana dan kegiatan tak terduga semula tidak lebih dari 10 persen , kini mencuat menjadi 37 persen.

Strategi community targeting melalui Bantuan Langsung Tunai Dana Desa diakui dunia sebagai inovasi kebijakan yang tepat sasaran.

Karena memasukkan 5,31 juta keluarga miskin yang belum pernah didata, 947 ribu keluarga miskin yang sebelumnya terdata namun luput dari penyaluran bantuan, 1,45 juta keluarga yang kehilangan mata pencaharian selama pandemi.

Hasil data yang diterima ke Desa Budi Lestari bahwa tahap pertama BLT 157 KK (kartu keluarga) Rp.1.800.000 dan tahap kedua BLT 145 KK, Rp.1.200.000.

Atas laporan aparatur desa dan semua jajaran yang terlibat untuk penanggulangan adanya Pandemi Covid-19 yang mana dampaknya sangat besar bagi masyarakatnya, sudah terealisasi dengan baik dan langsung diterima masyarakat melalui transfer ke rekening masing-masing yang sudah dibuatkan oleh Desa Budi Lestari, ujar dasman.

Upaya yang telah dilakukan oleh kepala desa Dasman, 35 persen dari dana desa untuk dibagikan ke BLT DD, ujarnya.

Selain BLT-DD masyarakat Desa Budi Lestari menerima bantuan seperti, PKH, BPNT, BST dan lainnya, agar meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat dan terhindar dari kemiskinan.

“Program Desa Tanggap Covid-19 dan BLT Dana Desa sukses menjaga gerak pandemi Covid-19 di desa tetap rendah. Hingga November 2020 sebanyak 1,4 juta warga desa terjaga tidak jatuh ke jurang kemiskinan.

Dalam pandangan Media, kepala desa Dasman, saat kepimpinannya menciptakan dan menghadirkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan keterbukaan dalam mengelola dana desa kepada publik, demi kemajuan desanya.

Lanjut Dasman, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Bapak Presiden RI, Ir. Joko Widodo dan pemerintah Daerah yang mana telah mengucurkan Dana desa Milyaran, untuk membangun demi kemajuan desa kami.

Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh aparatur Desa Budi Lestari, Babinsa, Babinkamtibmas serta tokoh agama, tokoh ulama, karang taruna, Ketua TP KK, atas kerja keras dan kesolitan, kekompakan yang sudah membantu roda pemerintahan Desa kita ini.

Harapan saya (Red-kades Dasman) ditahun ini pemerintah pusat dan daerah lebih lagi memperhatikan aparatur desa kesejahtraannya ditingkatkan kembali, semoga pandemi covid-19 tahun ini segera berakhir dari muka bumi pertiwi ini.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *