Merbau Mataram ( LINTASTODAY) –
Dana BOS merupakan pendanaan biaya operasional bagi sekolah penyaluran harus melalui Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Provinsi. Tahapan penyaluran dilaksanakan sebanyak tiga kali setiap tahunnya dari sebelumnya empat kali per tahun. Sabtu (23/01/2021).

“Kementerian pendidikan dan kebudayaan sangat lah membantu mengurangi beban administrasi pemerintah daerah dengan menyalurkan dana BOS dari Kemenkeu langsung ke rekening sekolah sehingga prosesnya lebih efisien.”

Berbicara kepemimpinan organisasi sekolah, kepala sekolah merupakan seseorang yang berada di garda terdepan dalam upaya mencerdaskan bangsa. Kepala sekolah merupakan ujung tombak dalam keberhasilan maju atau tidaknya suatu satuan pendidikan yang ia pimpin.

“Supriyanto, S.Pd kepala sekolah KS SDN I Merbau Mataram dan PC PGRI Kec. Merbau Mataram dinilai telah berhasil menerapkan pengelolaan dan penggunaan Dana BOS tetap sasaran. Bahkan telah sesuai juklak dan juknis BOS pada tahun 2020,” tegasnya.

Sekolah KS. SDN I Merbau Mataram sudah berakreditasi A dan mempunyai 316 murid, 16 guru pengajar terdiri dari 12 guru kelas dan 3 guru bidang studi dan 1 guru Mulok dan salah satu sekolah binaan Astra, ujar Supriyanto, S.Pd.

Sekolah mempunyai fasilitas yang cukup lengkap, Lab ruangan komputer dengn 32 buah Laptop, gedung perpustakaan, gedung kesenian yang memadai, seperti Drum band dan lain-lain
Demi meningkatkan pengamanan sekeliling sekolah kita pasang Cctv, sampai ruangan Ks pun kdilengkapi Cctv, supaya terhindar dari yang tidak diingankannya, tegasnya.

Kepala sekolah memikul tanggung jawab terhadap kenyamanan dan ketertiban lingkungan sekolah serta warga sekolahnya. Rasa aman dan nyaman ini harus dirasakan oleh guru, siswa dan orangtua. Termasuk dalam hal keamanan dan kenyamanan di masa tanggap darurat Covid-19.

Kepala sekolah memegang peranan vital sebagai leader dalam membangun atmosfir pendidikan dan memastikan peserta didik tetap mendapatkan pembelajaran bermakna, seperti guru KS SDN I Merbau Mataram yang melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kepada siswanya dengan tetap menggunakan pembelajaran aktif.

Dengan adanya keputusan yang mensyaratkan siswa dan guru melakukan pembelajaran dari rumah maka kepala sekolah harus mampu menularkan semangat perubahan kepada guru, siswa dan orangtua secara cepat, dan akurat.
Beberapa langkah yang saya ambil sebagai kepala sekolah dalam membangun manajemen sekolah yang salah satunya tetap memasukkan unsur pembelajaran aktif MIKiR di tengah pandemi Covid-19, yaitu:
1. Mendayagunakan seluruh komponen pendidikan dalam rangka menjamin terlaksananya pembelajaran dengan suasana yang berbeda
Merancang kurikulum dan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi darurat bencana covid-19 ini melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi (kelas pintar). Langkah ini sangat penting mengingat bahwa kegiatan belajar mengajar akan dilakukan oleh guru dan peserta didik meskipun menggunakan metode jarak jauh (daring).
2. Memberikan semangat dan apresiasi kepada guru, siswa dan orangtua
Segenap pemberian motivasi kepada para guru juga saya sampaikan agar apapun kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh guru dapat dibicarakan dengan baik tentang pemanfaatan media daring ataupun solusi yang ingin di dapatkan. Guru mengajar online artinya membutuhkan ekstra energi untuk menyiapkan materi, dan lain-lain.
3. Melakukan pelatihan daring secara singkat mengenal platform pembelajaran jarak jauh (PJJ)
Saya selaku kepala sekolah menyadari keterbatasan kemampuan dan sarana yang tersedia. Tidak semua guru mampu mengoperasikan platform daring dan mempunyai sarana seperti ketersediaan kuota sepanjang waktu.
Kini, untuk kuota para guru pun sudah dimasukkan ke dana bos sesuai edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, sehingga kendala kuota bukan lagi menjadi penghalang bagi para guru untuk mengoperasikan aplikasi pembelajaran daring/online.
4. Mentransformasikan laporan tugas ke dalam bentuk daring untuk Dinas Pendidikan
Seluruh pemangku kepentingan sekolah yang bertugas dan menjabat untuk menyusun rencana kerja darurat untuk dilaporkan setiap harinya. Laporan tersebut secara terperinci seperti deskripsi kegiatan dan bukti fisik seperti foto dan lain-lain. Laporan dikirim melalui google form sehingga memudahkan semua pemangku kepentingan sekolah dalam pelaporan dan bertanggungjawab atas tugas dan kinerja masing-masing.
5. Melakukan komunikasi multi arah dalam upaya sterilisasi satuan pendidikan
Wabah yang sedang berlangsung ini sangat memprihatinkan dan tentu saja pihak sekolah harus ikut andil dalam melakukan upaya upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Sekolah mendapatkan bantuan dari instansi terkait untuk melakukan penyemprotan disinfektan (disinfectant spray) di lingkungan sekolah agar sekolah siap digunakan pada waktunya. Selain itu, para siswa diajarkan untuk membuat disinfektan sendiri dan menjadi agen pencegahan covid 19 di rumahnya masing-masing.
Lanjut Supriyanto, alhamdulilah sekolah kami khususnya KS SDN I Merbau Mataram kita memakai protokol kesehatan komplit, belajar dari rumah melalui daring dan luring, berjalan sesuai anjuran pemerintah pusat maupun daerah, ujarnya.(Red)