Jati Indah (LINTASTODAY) Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyatakan, Dana Desa yang telah disalurkan sampai akhir 2020 mencapai Rp 71,1 triliun. Angka tersebut mencapai 99,95 persen dari target yang ditentukan, Kamis (28/01/2021).

Abdul Halim mengungkapkan, realisasi penyaluran Dana Desa ini dapat terwujud dengan adanya reformasi Januari 2020 yang langsung disalurkan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Desa.

Atas kepimpinan Ibdi Irwanto, SE sebagai orang nomor 1 di Desa Jati Indah Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan yang mana atas pengelolaan dana desa sudah terealisasi 100 persen dan sesuai aturan yang sudah ditetapkan pemerintah pusat dan daerah.

Para pemangku kepentingan (stakeholder) Kades Ibdi, Desa Jati Indah dinilai mampu menghadirkan prinsip-prinsip akuntabilitas dan keterbukaan dalam mengelola dana desa kepada publik.
Prinsip akuntabilitas dan keterbukaan pengelolaan dana desa tersebut salah satunya dapat dilihat dari banyaknya saluran yang disediakan oleh aparatur desa dalam menyampaikan informasi penggunaan dana desa.

Pemerintahan Desa Jati Indah Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan dana desa yang diketahui bersama mendapatkan dana desa dari pemerintah pusat, yang sudah sesuai termin pertama, kedua dan ketiga.

Pada tahun 2020 termin pertama 40 persen artinya sesuai dengan RKP atau RPJMdes yang disusun untuk pembangunan infrastruktur yang ada di Desa Jati Indah dan sudah hasil musyawarah yaitu pertama pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah atau Talut) kedua Gorong-gorong atau Drainase yang ada didusun Wangi A.

Diawal Maret Republik Indonesia hingga Internasional dilanda musibah adanya wabah virus Corona atau Covid-19, hingga pemerintah pusat menganjurkan dana desa diperuntukan untuk bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi covid-19, ujar Ibdi.
Untuk penanganan covid-19 didesa Jati Indah sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintahan desa salah satunya sarana prasana contonya mencuci tangan memakai sabun, masyarakat Jati Indah difasilitasi tempat cuci tangan menggunakan sabun.

Jumlah yang diberikan kepada masyarakat Jati Indah mencapai 1257 tempat cucian tangan sesuai dengan jumlah rumah yang ada didesa kami, sarana yang lain seperti pembelian masker, posko dan lain sebagainya.
Pemerintah pusat adanya program bantuan tunai langsung (BLT) jadi dana desa diwajibkan juga membantu masyarakat yang belum mendapatkan bantuan berupa uang dari pemerintah, dengan demikian desa Jati Indah memberikan bantuan BLT DD kepada masyarakat sesuai kapasitas keuangan Jati Indah.
Hasil data yang diterima ke Desa Jati Indah bahwa ada 138 KPM (Kelompok Penerima Manfaat) atas laporan aparatur desa dan semua jajaran yang terlibat untuk penanggulangan adanya Pandemi Covid-19 yang mana dampaknya sangat besar bagi masyarakatnya.
Upaya yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Jati Indah Ibdi Irwanto, SE, 30 persen dari dana desa untuk dibagikan ke BLT DD, ujarnya.
Tahap Pertama 138 KPM x Rp. 600.000 selama 3 bulan (April, Maret, Mei) kemudian pada tahap-tahap berikutnya terus berlanjut perKPM Rp. 300.000, sehingga jumlah 138 KPM itulah yang dibagikan dengan menggunakan dana desa, tegas Ibdi.
Selain BLT-DD masyarakat Desa Jati Indah menerima bantuan seperti, PKH, BPNT, BST dan lainnya, dari pemerintah pusat maupun daerah agar meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat dan terhindar dari kemiskinan.
Perencanaan di tahun 2021 Pemerintah desa Jati Indah sesuai hasil musyawarah bersama yang kedepannya selain infrastruktur yang paling utama untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan kerakyatan, sehingga 2021 bagaimana mendongkrak perekonomian masyarakat kembali.
Lanjut Ibdi Irwanto, SE (red-kades) mempunyai langkah dari keterpurukan perekonomian ini, sehingga pemerintahan desa jati indah mengedepankan salah satunya akan mencoba dengan UMKM supaya bangkit, sehingga yang mempunyai usaha dibantu melalui UMKM. Kini yang sudah berjalan melalui UMKM seperti Usaha Batu bata, Furniture, Tahu Tempe, Jamur dan lain-lain.
Perekonomian 2021 ini yang jelas pemerintah pusat menekan kan untuk mendongrak dan membangkitkan perekonomian kembali, jadi pemerintahan berupaya untuk perekonomian masyarakat Jati Indah terus berkembang, untuk membantu UMKM, ujar Ibdi.
Harapan kami pemerintahan desa Jati Indah, semoga adanya virus corona ditahun ini sudah tidak ada lagi sehinga kami bisa membangun infrastruktur kembali untuk membangun kemajuan desa kami. Bahkan direncanakan membangun drainase seputaran balai desa.
Untuk Kedepannya harapan saya (red-Kades) diadakan pemberdayaan sumberdaya manusia seperti, pelatihan-pelatihan untuk perangkat desa itu sendiri, untuk masyarakat generasi muda sebagainya dan doakan saja semoga covid-19 hilang, artinya bidang pembangunan infrastruktur berjalan kemudian perekonomian kita jalankan, yang paling pokoknya adalah sumberdaya manusianya, jadi 3 bidang ini harus bersinergi, tegasnya.
Harapan Kades yang lebih penting masih banyak PR kita hadapin antara lain pembangunan insfrastruk seperti jalan kabupaten, jalan desa dan sarana prasana lainnya perlu pemikiran ekstra dan fokus, kedepannya kepada pemerintah bisa memberikan pembangunan insfrastruktur secara adil, merata kepada desa-desa Kabupaten Lampung Selatan, tegasnya.
Tidak lupa terima kasih seluruh masyarakat Jati Indah yang sudah membantu dan mendukung, serta aparatur desa, Babinsa, Babinkamtibmas serta tokoh agama, tokoh ulama, karang taruna, Ketua TP PKK, atas kerja keras dan kesolitan, kekompakan yang sudah membantu roda pemerintahan desa kita ini dan sudah terealisasi 100 persen. (Red)
