Selapan (LINTASTODAY) Negara Indonesia adalah Negara agraris yang sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah bercocok tanam, Senin (05/04/2021).
Kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional diantaranya adalah dengan peningkatan kehidupan ekonomi yang dilakukan melalui pembangunan pertanian.
Peranan utama kelompok tani saat ini dipandang sebagai suatu proses membantu petani untuk mengembangkan wawasan para petani.
Petani dapat dengan mandiri mengambil keputusan untuk memilih suatu pilihan dengan mempertimbangkan konsekuensi yang akan diterima oleh para petani termasuk dalam pendapatan usahataninya.
Faktor produksi adalah semua korbanan yang diberikan pada tanaman agar tanaman tersebut mampu tumbuh dan menghasilkan dengan baik.
Faktor produksi tersebut meliputi lahan pertanaman, modal (sarana produksi seperti benih, pupuk dan pestisida) serta tenaga kerja.
Tanaman jahe (Zingiber Offcinale) merupakan salah satu tanaman obat prioritas binaan Direktorat Jenderal Hortikultura.
Selain dapat dikonsumsi sebagai bumbu masak, tanaman ini juga dibutuhkan sebagai bahan baku industri jamu, minuman instan dan sebagai komoditas eskpor.
Jahe dengan kandungan minyak atsiri zingiberen berkhasiat mengurangi perut kembung dan gejala masuk angin, meredakan batuk, sekaligus obat luar untuk keseleo dan rematik.
“Untuk memenuhi tingginya permintaan, selain menanam dalam kawasan hamparan, jahe bisa juga ditanam secara tumpang sari dengan komoditas pertanian lainnya seperti cabai.
Salah satu kelompok tani di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung sebagian besar menanam jahe kapur dan jahe gajah, harganya dari 6500 kg s/d 7000 Kg dari petani walau di tengah pandemi Covid-19.
Seperti diungkapkan petani asal Pekon Selapan, Kecamatan Pardasuka. Dia mengatakan, harga jahe mengalami cukup signifikan dalam dua bulan terakhir sehingga mayoritas petani menanam jahe.
Maryono Kakon Selapan mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, hanya jahe yang mengalami harga stabil. Sementara untuk komoditas lain seperti cabai, gagal panen tahun ini.
Menurut Maryono para petani menanam jenis cabai kriting gagalnya panen cabai kendala penyakit layu, teklik, patek, saya berharap para petani jangan berkecil hati, ujarnya.
Besar harapan Maryono (Kepala Pekon) dan masyarakat kepada bapak Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, Gubernur Lampung, Bupati Pringsewu hingga kepala dinas Pertanian untuk lebih perhatian para petani Jahe di pekon Selapan.
Untuk memajukan para petani jahe dan cabai, karena tanpa bantuan dari pihak pemerintahan siapa lagi yang peduli dan membantu perekonomian masyarakat Selapan, ujar Maryono.(Asep)