
LintasToday – Lingga, Kepri. Dengan adanya kebijakan kedua pemerintah kabupaten lingga dan provinsi Kepri salah satu tokoh pemuda Dabo Singkep kabupaten lingga selaku pemilik usaha expedisi jurusan Batam – Dabo Singkep angkat bicara.
Pemuda kelahiran Dabo Singkep sebut saja Encek Taufik yang akrap di sapa Encek, selaku pemilik usaha expedisi lintas Batam – Dabo Singkep, dia menilai atas kebijakan yang diambil oleh pemerintahan provinsi Kepri, terkait perjalanan kapal roro KMP. Senangin jurusan Batam – Dabo Singkep kini semakin parah
“Sebelumnya KMP. Senangin jurusan Batam – Dabo Singkep rute/jadual keberangkatan tersebut perjalanan Batam – Dabo Singkep dan Kuala Tungkal dalam satu minggu jadual keberangkatan nya tiga trip perminggu, terus dalam waktu dua tiga bulan tadi jadual berubah menjadi satu dan dua trip dalam satu Minggu yaitu pada hari Selasa dan saptu jadual keberangkatan nya dari Batam – Dabo Singkep dan juga Dabo – Tungkal.
Lanjutnya, Encek Taufik menambahkan, setelah KMP. Senangin selesai turun doking pada bulan puasa tempatnya tiga Minggu menjalan puasa tadi, jadual/rute KMP. Senangin semakin parah menjadi satu Minggu sekali jadual keberangkatan nya, yaitu pada hari Selasa aja.ucapnya tgl.17/05/2023
Dan yang lebih parah lagi harga tiket KMP. Senangin rute Batam – Dabo Singkep sudah tidak masuk harga subsidi lagi yang dulunya harga tiket sembilan ratusan menjadi satu juta seratus, dan sekarang udah semakin parah masuk harga komursil dengan harga tiket Rp. 1.950.000 jauh lebih mahal di bandingkan dengan harga tiket jurusan Batam – Pakning dengan harga tiket kurang lebih Rp.1.600.000
“Sementara jarak tempuh Batam – Pakning lebih jauh lagi bekisar 16/17 jam di bandingkan Batam – Dabo Singkep hanya bekisar 12/13 jam udah sandar di pelabuhan Dabo Singkep. Ucap encek Taufik yang juga aktif sebagai wartawan di perwakilan Kepri.
Untuk itu saya pribadi sebagai warga Linga, meminta kepada ASDP Batam beserta Bapak Gubernur Kepri dan juga Bupati lingga agar dapat menurunkan dan atau menyesuaikan harga tiket KMP. Senangin jurusan Batam – Dabo Singkep dengan harga Rp.1.500.00 meskipun demikian subsidi sudah di cabut
“Karna imbasnya berdampak kepada masyarakat lingga jika harga tiket expedisi berupa pikup seperti itu seterusnya kita selaku pemilik usaha expedisi yang beraktivitas membawa barang kelontong pendapatan nya jauh menurun omset nya dan bahkan bisa tekor apa bila muatan kurang, jika kita naik harga ongkos dalam perkotak maka pengusaha toko kelontong di Dabo Singkep juga akan menaikan harga jualnya sembako tersebut
“apa ngak berdampak kepada masyarakat lingga jika semua bahan pokok naik. Untuk itu saya berharap kepada pemerintah provinsi Kepri dan Kabupaten lingga agar dapat mencari solusi untuk mengatasi transportasi laut ini agar bisa membangkitkan ekonomi bagi masyarakat lingga, apa lagi kita dalam dua tahun tadi mengalami ekonomi terpuruk dikarnakan Covid-19 dan Sekarang kita baru mau bangkit dari keterpurukan ekonomi tersebut. Tutupnya


