
Lintastoday – Kepulauan Riau – Lingga – Kebudayaan berperan penting dalam pembentukan identitas sosial dan memberikan pedoman moral dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Sebab ada semua kebudayaan, pendidikan berperan dalam mewariskan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Hal ini lah yang menjadi pertimbangan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga, H. Alias Wello-H. Muhammad Ishak (AWe-BISA) menjadi Optimalisasi Penerapan Kebudayaan dan Kesenian menjadi salah satu program unggulan pemerintahan.
“Budaya adalah tentang kreativitas, warisan, pengetahuan, dan keberagaman. Nilai-nilai ini secara intrinsik terhubung dengan pengembangan dan kebebasan manusia,” kata Calon Wakil Bupati, AWe-BISA, Muhammad Ishak, Sabtu (12/10/2024).
Pria yang pernah diamanahkan menjadi Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri, Kabupaten Lingga ini, menuturkan, pembangunan budaya diartikan sebagai pembangunan nilai yang diperlukan untuk mempercepat pembangunan ekonomi, jadi tujuan pembangunan yang utama adalah ekonomi. Nilai-nilai yang dikembangkan hanya untuk menopang pembangunan ekonomi.
“Untuk membangun Budaya di Kabupaten Lingga kita harus memahami terlebih dahulu Kesenian Melayu. Karena Kabupaten Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu pernah menjadi Pusat Kerajaan Melayu yang tidak saja membina dan berkembang di bidang adat dan budaya Melayu pada saat itu juga pembinaan Agama Islam,” terang pria yang akrab disapa Datok Ishak ini.
Masa kepemimpinan Alias Wello, pembinaan kebudayaan Melayu menjadi titik puncak dengan berbagai kegiatan kebudayaan Melayu yang tidak hanya bersifat lokal tapi sudah menasional bahkan mendunia. “Contoh saja kegiatan Tamadun Melayu yang melibatkan peserta dari Negera Jiran,” bebernya Datok Ishak yang saat itu menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Lingga.
Ishak mengaku merindukan saat-saat Kabupaten Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu dikenal hingga ke negeri jiran dengan program-program kegiatannya. “Bahkan saat itu, Wakil Presiden RI, Yusuf Kalla berkesempatan membuka perhelatan Akbar Tamadun Melayu di Kabupaten Lingga,” kenang Ishak. (Tir)
Editor: E. Taufik



