Pemilik Tambak Udang Keluhkan Jumlah Benur/Bibet Udang Tidak Sesuai Jumlah Dengan Hasil Panen

Lintastoday – Kepulauan Riau – Lingga – Berdasarkan dari hasil investigasi di lapangan, wartawan ini banyak menemukan kejanggalan dari jumlah benur atau bibet udang Vannamei tidak sesuai dari jumlah ekor yang di pesan oleh konsumen atau pemilik usaha tambak.

Berdasarkan survey di lapangan sore tadi wartawan ini, melihat tambak udang Vannamei sebut saja sopian, beberapa hari yang lalu pada hari Kamis sore melakukan panen Persia yang kedua kurang lebih 700 kilogram dengan berat udang 50 ekor perkilonya

“dari hasil panen tersebut justru menimbulkan kekecewaan dan tanda tanya bagi pemilik Tambak tersebut, yang seharusnya seperti biasanya pengusaha saat melakukan panen itu merasa senang justru yang ini merasa kekecewaan dari hasil tersebut.Senin 14 April 2025

Berdasarkan sumber dari beberapa warga setempat yang sedang membantu saat panen tadi tadi pagi sekitar jm 9 pagi sampai jm 18: 15 Wib, ada 12 orang menceritakan kepada wartawan ini, saat wartawan ini meminta keterangan guna untuk memastikan agar wartawan ini bisa membandingkan dengan hasil panen tambak milik kelompok desa berindat

“yang telah melakukan panen habis di kedua kelompok milik Desa. Dengan nada serupa beberapa mereka menyampaikan jika benur dan atau bibet udang Vannamei tersebut tidak sesuai dengan hasil panen, kelompok kami dengan bibet/benur 200.000 ekor, hasil panen 2100 Kg / 2 ton lebih.

Ditempat yang sama kelompok satu tambak udang milik desa juga mengatakan jumlah bibit/benur sama jumlahnya dengan kelompok 2 sebanyak 200.000 ekor bibet/ benur, jumlah hasil panen habis berjumlah 1900Kg, kurang dari 2 ton, dan terkait udang yang mati itu adalah kurang lebih 100Kg. Tutup warga

Wartawan ini terus berbincang bersama Sopian selaku pemilik Tambak, guna untuk memastikan berapa jumlah benur/bibet udang yang di masukkan ke dalam kolam tambak tersebut. Sopian menyampaikan dengan rasa kecewa, berdasarkan dari hitungan panen dengan yang kedua ini baru berjumlah 1.200.ton

“panen pertama udang 75 ekor perkilonya, dan yang sekarang 50 ekor perkilonya, nah yang membuat saya agak kecewa ini, dari para pekerja udang yang masih tersisa di kolam itu paling banyak jika panen habis nantik pada hari Senin itu kalaupun ada udangnya paling banyak ada sekitar 500Kg atau setengah ton, sementara bibet udang yang saya masuk sebanyak 270.000 ekor.

Lanjutnya, jika nantik pada hari Senin saya melakukan panen habis, udang tersebut berjumlah 115 kg dengan jumlah udang perkilo 47 ekor, berati benur atau bibet yang di antar oleh Sup penyalur sebanyak 270.000 ekor bibet/benur tersebut tidak benar karena dari hasil panen habis hari ini jumlah 1365 Kg, jumlah keseluruhan

“karena jumlah udang di setiap kita melakukan panen itu bisa di hitung jumlah ekornya setelah kita melakukan timbangan jumlah ekor dalam perkilonya.

Lanjutnya, sekarang kita bukan cerita ton dan atau banyaknya dari hasil panen, jika jumlah benur/bibet itu sesuai yang di salurkan tentulah hasil panennya sangat memuaskan, kita ngak usah hitungan 50 ekor perkilo seperti sekarang ini, kita hitung waktu saya panen pertama aja 75 ekor perkilo rata – rata

“sekarang kita kita hitung aja rata – rata perkilonya 80 ekor dalam 1 kilo, kita jumlah total hasil panennya 1365 Kg x 80 ekor perkilonya, jumlah udang keseluruhannya sebanyak 109.200 ekor, sementara bibet/benur yang kita pesan dari sup penyalur bibet/ benur sebanyak 270.000 ekor. ucap Sopian dengan nada kesal

Media ini masih mencoba mencari informasi keberadaan di desa yang lain untuk memastikan kebenaran jumlah hasil panen dari jumlah bibit/ benur yang di pesan oleh pemilik tambak kepada sup penyalur yang sama, sehingga berita ini kami terbitkan.

Editor: E. Fik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *