CV. Tunas Melayu Raya Wujudkan Koperasi Melayu Raya Kabupaten Lingga: Ini Kata Ketua Mr Zuhardi

Lintastoday – Lingga, Kepulauan Riau — Menyikapi minimnya lapangan pekerjaan di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Himpunan Melayu Raya Kabupaten Lingga mengambil langkah strategis dengan membentuk sebuah koperasi berbadan hukum bernama CV. Tunas Melayu Raya. Inisiatif ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat serta upaya dalam mendorong pemberdayaan ekonomi lokal.

Ketua Himpunan Melayu Raya Kabupaten Lingga, Zuhardi, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan sejumlah pembenahan internal organisasi, termasuk membuka peluang usaha produktif melalui pendirian badan usaha resmi.

“Saat ini kami tengah mengurus legalitas usaha melalui pembentukan CV. Tunas Melayu Raya. Usaha ini akan bergerak di tiga sektor utama, yakni pembuatan briket/arang, produksi kopra, serta budidaya tambak udang Vannamei,” jelas Zuhardi kepada media pada Minggu, 3 Agustus 2025.

Dari ketiga sektor tersebut, produksi briket atau arang telah lebih dahulu berjalan dan telah berhasil memproduksi sekitar 6 ton produk. Sementara itu, dua sektor lainnya, yakni produksi kopra dan budidaya udang Vannamei, kini tengah dalam tahap penggarapan yang dipusatkan di Desa Marok Kecil.

Zuhardi juga menyebut bahwa inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari pembina Melayu Raya, yakni Bapak Yan Fitri, mantan Kapolda Kepulauan Riau tahun 2024. Dukungan tersebut menjadi dorongan kuat dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang menyasar peningkatan kesejahteraan warga setempat.

“Kami menargetkan dapat menyerap sekitar 30 tenaga kerja, khususnya dari kalangan anggota Melayu Raya. Ini adalah wujud komitmen kami dalam membuka akses lapangan kerja bagi masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zuhardi mengungkapkan bahwa pihaknya kini telah memiliki kebun kelapa seluas 5 hektare yang siap panen, diperoleh dari masyarakat di Desa Marok Kecil. Selain itu, mereka juga telah mengakuisisi lahan baru seluas 7 hektare yang telah melalui proses land clearing (grab), serta membuka dua petak tambak untuk budidaya udang Vannamei.

“Insyaallah, kami menargetkan pembangunan sentra kelapa untuk mendukung industri kopra, agar bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi. Mohon doa dari semua pihak agar usaha ini berjalan lancar,” pungkas Zuhardi.

Editor: E. Fik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *