Lintastoday – Lingga, Kepulauan Riau – Bau tak sedap yang berasal dari limbah tambak udang Vanamei dikeluhkan oleh warga bagi pengguna jalan dan pihak SMAN 1 Negeri Singkep Pesisir. Lokasi tambak yang berdekatan dengan area sekolah dan jalan umum di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, diduga menjadi sumber aroma busuk dan masalah kesehatan bagi lingkungan sekitar.

Kepala Sekolah SMAN 1 Negeri Singkep Pesisir, Supriyanto, saat ditemui media ini beberapa hari lalu di ruang kerjanya, membenarkan keluhan tersebut. Menurutnya, bau menyengat tersebut muncul terutama saat pemilik tambak—yang disebut milik seorang warga keturunan Tionghoa asal Dabo Singkep—melakukan aktivitas panen.

“Bau tak sedap itu berasal dari air limbah tambak udang yang dialirkan ke parit di sekitar jembatan dan mengalir ke laut. Ketika air laut pasang dan cuaca panas, bau busuk tersebut semakin terasa dan sampai masuk ke ruang kelas,” jelas Supriyanto.

Ia juga menyampaikan bahwa aroma menyengat tersebut sudah beberapa kali dikeluhkan oleh siswa dan guru karena mengganggu proses belajar mengajar. Bahkan, beberapa siswa mengaku mengalami gangguan pernapasan dan rasa gatal setelah terpapar udara yang Jumat 8 Agustus 2025

“Anak-anak pernah mengeluh dengan aroma yang sangat menyengat di ruang tersebut. Dan bahkan dulu pernah ada guru di sekolah kita mencoba mencelupkan kaki di air tersebut beberapa menit namun reaksinya sangat cepat,Kaki guru yang ngak disebutkan namanya menjadi gatal mungkin di karenakan limbah air tersebut sangat beracun.tuturnya.

Supriyanto selaku kepala sekolah SMAN 1 Negeri kecamatan Singkep Pesisir juga menjelaskan, atas keluh kesah guru beserta murid – murid saya selaku kepala sekolah mendatangi lokasi tambak tersebut guna untuk mencari solusi yang tepat agar limbah tersebut tidak buangkan lagi ke area laut terlebih dahulu pada saat melakukan vanen

Dan Alhamdulillah dari pihak pengusaha menanggapi apa yang saya sampaikan atas mediasi tersebut. Dan pihak pengelola juga memberikan santunan rutin sebesar Rp. 500.000 kepada SMAN 1 Negeri

Uang tersebut guna untuk kebutuhan anak anak sekolah dan juga bagi anak anak sekolah yang sedang melakukan aktifitas olah raga.Dan juga uang tersebut akan kami gunakan untuk kebutuhan anak anak bagi orang tuanya yang gak mampu, Seperti membelikan buku tulis, tas, dan juga sepatu.sepeti yang bapak sampaikan tadi.Tuturnya

Media ini berharap agar instansi terkait segera meninjau dan menangani permasalahan ini, guna menghindari dampak lingkungan dan kesehatan yang lebih serius di masa depan.

Editor: E. Fik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *