Lintastoday – Lingga, Kepulauan Riau – Kondisi Ambulans Desa (Amdes) milik Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, menuai sorotan dan kritik dari masyarakat serta anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Amdes berupa speedboat yang berfungsi sebagai ambulans desa tersebut sudah tidak dapat digunakan selama sekitar 10 bulan terakhir akibat kerusakan parah.
Salah seorang warga Desa Rejai, Rizal, mengungkapkan bahwa Amdes itu merupakan satu-satunya sarana transportasi darurat yang sangat dibutuhkan masyarakat, baik untuk mengantarkan warga sakit maupun jenazah ke tempat tujuan.
“Sudah lama rusak, sekitar 10 bulan. Padahal Amdes ini sangat penting bagi kami warga, apalagi kalau ada yang sakit atau meninggal dunia,” ujar Rizal kepada media ini, Jumat (7/11/2025).
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar, sebab menurut informasi dari salah satu anggota BPD Desa Rejai, sebelumnya telah dianggarkan dana sebesar Rp 25 juta untuk perbaikan Amdes tersebut pada anggaran tahun 2025. Namun hingga kini, belum ada kejelasan terkait penggunaan anggaran tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah desa dan pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi serta melakukan langkah nyata agar Amdes dapat kembali beroperasi, mengingat perannya yang sangat vital dalam pelayanan darurat bagi warga Desa Rejai.
Rizal juga menambahkan, bahwa bukan hanya masalah Amdes yang disoroti, tetapi juga terdapat sejumlah pekerjaan desa lain yang dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
“Dalam waktu dekat, beberapa warga bersama anggota BPD akan meminta kepala desa untuk mempertanggungjawabkan dan bersikap transparan dalam mengelola keuangan desa,” tutupnya.
Editor: E. Fik



