Lintastoday – Kepulauan Riau – Anggaran publikasi media online lokal di Dinas Pariwisata Kepulauan Riau memang terdengar sangat fantastis, apalagi jika dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah pelosok
“Jika memang angka ini benar, maka transparansi dan efektivitas penggunaan dana tersebut harus dipertanyakan. Ucap Agus ramdah saat di konfirmasi media ini Kamis 20 Maret 2025
Agus ramdah selaku ketua DPD Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Provinsi Kepri, Menilai dalam hal tersebut, Beberapa hal yang bisa diperhatikan terkait hal ini, karena anggaran “Rp. 1.664.640.000 miliar” secara teknis jumlah yang besar hanya untuk publikasi media dengan kode RUP.55386457 dengan nama paket beban sosialisasi media onlineĀ
“Berapa media yang menerima dana ini? Jika anggaran ini digunakan untuk membiayai banyak media lokal, bagaimana mekanisme distribusinya? Apakah ada transparansi dalam penyaluran dana ini?. Cetus Agus ramdah yang akrab di Atok Agus.
Lanjutnya, Apakah ini prioritas? Seperti yang disoroti oleh Agus Ramdah, masih banyak daerah yang membutuhkan infrastruktur dasar. Seharusnya, anggaran lebih banyak dialokasikan ke kebutuhan mendesak seperti jalan, jembatan, atau fasilitas umum lainnya
“Apakah ini efisien? Jika tujuannya adalah promosi pariwisata, apakah ada mekanisme untuk mengevaluasi efektivitas anggaran ini? Misalnya, apakah ada target kunjungan wisatawan yang diharapkan dari anggaran ini?
Jika benar ada potensi pemborosan atau penyalahgunaan, maka wajar jika publik dan lembaga seperti LAMI mengawal anggaran ini agar lebih tepat sasaran. Mungkin perlu ada audit atau peninjauan ulang dari pihak yang berwenang.tutupnya
Editor: E. Fik



