Lingga, Kepulauan Riau – Himpunan Melayu Raya bersama masyarakat Kabupaten Lingga menyuarakan kekecewaan atas sikap diam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lingga terkait tuntutan masyarakat terhadap PT. Hermina Jaya yang diduga belum memberikan ganti rugi atas lahan milik warga.
Ketua Himpunan Melayu Raya, Zuhardi, menyampaikan bahwa masyarakat merasa tidak mendapatkan dukungan dari wakil rakyat, terutama dari anggota DPRD Dapil IV Kecamatan Singkep Barat yang berjumlah empat orang. Kekecewaan ini mencuat karena DPRD dianggap tidak tanggap terhadap keluhan yang telah disuarakan sejak lama.
“Kami sangat menyayangkan sikap DPRD Lingga, khususnya Komisi I yang membidangi pertambangan dan pemberdayaan masyarakat, yang terkesan abai. Baru setelah masyarakat dan Melayu Raya melakukan aksi pemblokiran terhadap stockpaile bauksit milik PT. Hermina Jaya, muncul reaksi dari DPRD,” ungkap Zuhardi. Saptu 19 April 2025
Menurutnya, warga datang secara berbondong-bondong ke kantor Himpunan Melayu Raya untuk meminta bantuan penyelesaian konflik lahan dengan PT. Hermina Jaya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat merasa lebih percaya pada gerakan masyarakat sipil dibandingkan lembaga legislatif.
Beberapa pemilik lahan juga menyampaikan harapan besar terhadap keterlibatan Melayu Raya dalam menyuarakan keadilan. Yan, salah satu warga, menyatakan bahwa dirinya sangat berharap agar masalah ini dapat segera diselesaikan secara adil. Hal senada disampaikan oleh Yuli, seorang pemilik lahan yang ditemui di Tanjungpinang.
“Kami menitipkan harapan besar kepada Bang Zuhardi sebagai Ketua Melayu Raya untuk memperjuangkan hak-hak kami yang belum terpenuhi,” ujar Yuli.
Sebagai Koordinator Melayu Raya, Zuhardi menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan hak masyarakat. Jika tuntutan tidak dipenuhi, aksi besar-besaran akan digelar di depan kantor DPRD Provinsi Kepulauan Riau serta dinas terkait seperti Dinas ESDM dan SOP.
Melayu Raya menekankan bahwa penyelesaian tuntutan masyarakat harus menjadi prioritas demi menjaga keadilan dan ketertiban di wilayah Lingga.tutup Zuhardi
Editor: E. Fik



