Lintastoday – LAMPUNG TENGAH — Terbanggi Besar perlahan sedang menulis cerita baru tentang dirinya.
Wilayah di Kabupaten Lampung Tengah yang selama ini tidak jarang dikaitkan dengan citra keras dan berbagai persoalan keamanan tersebut, kini mulai memperlihatkan wajah lain yang jauh lebih humanis: wajah masyarakat yang peduli, ramah, dan gemar berbagi.
Perubahan itu tidak lahir dari slogan semata. Ia terlihat dari tindakan nyata masyarakat yang secara konsisten menghadirkan kepedulian di tengah aktivitas sehari-hari, salah satunya melalui kegiatan berbagi kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Lintas Sumatra, Terbanggi Besar.
Di tengah gerakan sosial tersebut, hadir sosok Sertu Marinir Chandika Saftiawan.
Di lingkungan masyarakat Terbanggi Besar, Chandika tidak hanya dikenal sebagai seorang prajurit TNI yang menjalankan tugas negara. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang ramah, mudah bergaul, dermawan, serta memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitarnya.
Bersama masyarakat yang memiliki semangat kepedulian yang sama, Chandika secara rutin menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan makanan kepada masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Lintas Sumatra.
Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan makanan.
Ada pesan sosial yang jauh lebih besar: bahwa kepedulian tidak mengenal status, profesi maupun latar belakang. Siapa pun bisa menjadi bagian dari kebaikan selama memiliki kemauan untuk berbagi.
Kegiatan yang dilakukan secara konsisten setiap pekan itu juga menjadi bukti bahwa perubahan citra sebuah daerah dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Tidak perlu menunggu program besar. Tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya. Bahkan satu bungkus makanan yang diberikan dengan ikhlas dapat menjadi bentuk kepedulian yang berarti bagi orang lain.ucapnya Jumat 11 September 2026
Dari kegiatan sederhana tersebut, Terbanggi Besar perlahan menunjukkan wajah yang berbeda.
Jika dahulu sebagian orang mungkin mengenalnya melalui cerita tentang kerasnya kehidupan di wilayah tersebut, kini muncul cerita lain yang tidak kalah penting untuk disampaikan: cerita tentang masyarakat yang saling peduli dan mau membantu sesama.
Inilah wajah Terbanggi Besar yang patut diperkuat.
Sebuah kampung yang tidak hanya dikenal karena masa lalunya, tetapi juga karena semangat masyarakatnya untuk membangun kebiasaan positif.
Sebab, citra sebuah daerah bukan hanya dibentuk oleh apa yang terjadi di masa lalu, tetapi juga oleh apa yang dilakukan masyarakatnya hari ini.
Dan dari Terbanggi Besar, pesan sederhana itu terus disampaikan:
“Berbagi tidak harus menunggu kaya. Kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi besar ketika dilakukan bersama.”
Semoga semangat Jumat Berkah dan kepedulian sosial tersebut terus tumbuh, menginspirasi lebih banyak masyarakat, serta menjadi bagian dari identitas baru Terbanggi Besar: kampung yang ramah, peduli, dan penuh semangat kebersamaan.
Dewan redaksi: Taufik







