Terbanggi Besar Dari Cintra Keras Menjadi Kampung Peduli Sesama

Lintastoday – LAMPUNG TENGAH — Terbanggi Besar perlahan memperlihatkan wajah yang berbeda. Di balik citra keras dan berbagai cerita masa lalu yang pernah melekat, tumbuh sebuah sisi lain yang jauh lebih menyejukkan: kepedulian terhadap sesama.

Di kawasan Jalan Lintas Sumatra, Terbanggi Besar, semangat berbagi itu hadir secara nyata. Masyarakat tidak hanya menjadi saksi lalu lalang kendaraan dan aktivitas perjalanan, tetapi juga ikut menghadirkan kebaikan bagi mereka yang melintas.

Salah satu sosok yang aktif dalam gerakan sosial tersebut adalah Sertu Marinir Chandika Saftiawan dan Aipda Rozy Jefran.

Keduanya tidak hanya dikenal sebagai personel TNI dan Polri yang menjalankan tugas negara, tetapi juga dikenal sebagai sosok yang ramah, mudah bergaul dengan masyarakat, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Bersama masyarakat yang memiliki semangat kepedulian yang sama, Chandika dan Rozy secara rutin menggelar kegiatan Jumat Berkah. Makanan dibagikan kepada masyarakat maupun para pejalan dan pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Lintas Sumatra, Terbanggi Besar.

Bagi mereka, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan makanan.

Ada pesan kemanusiaan yang ingin terus ditanamkan: bahwa membantu sesama tidak harus menunggu memiliki banyak harta. Kepedulian bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana, bahkan dari sebungkus makanan yang diberikan dengan ketulusan.

Dari Sebungkus Makanan, Tumbuh Semangat Kebersamaan
Kegiatan Jumat Berkah yang dilakukan secara konsisten setiap minggu menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial masih hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Semuanya berbaur dalam satu kegiatan sederhana dengan tujuan yang sama—berbagi dan membantu sesama.

Kehadiran kegiatan tersebut juga memberikan warna berbeda bagi Terbanggi Besar. Jika selama ini kawasan tersebut kerap dipandang melalui cerita-cerita tentang sisi kerasnya, kini muncul cerita lain yang tak kalah penting untuk disampaikan.

Cerita tentang orang-orang yang memilih untuk berbuat baik.

Cerita tentang masyarakat yang mau berbagi.

Dan cerita tentang aparat yang hadir bukan hanya dalam menjalankan tugas keamanan, tetapi juga berada di tengah masyarakat dalam kegiatan sosial.

Mengubah Persepsi dengan Kebaikan
Perubahan sebuah daerah tidak selalu dimulai dari pembangunan besar atau program yang bernilai fantastis.

Terkadang, perubahan justru dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Jumat Berkah menjadi salah satu contoh kecil bagaimana sebuah komunitas dapat membangun suasana yang lebih ramah dan humanis. Ketika kebaikan dilakukan bersama-sama dan terus dijaga, perlahan persepsi terhadap sebuah daerah pun dapat berubah.

Terbanggi Besar kini memiliki cerita lain untuk dikenang.

Bukan semata tentang citra keras yang pernah melekat, tetapi juga tentang kepedulian, keramahan, gotong royong, dan semangat berbagi.

Harapannya, gerakan seperti ini tidak berhenti pada satu kelompok atau dua sosok saja. Semangat tersebut dapat menular kepada masyarakat lainnya sehingga semakin banyak orang tergerak melakukan hal yang sama.

Sebab, sebuah daerah akan dikenal bukan hanya dari apa yang pernah terjadi di dalamnya, tetapi juga dari kebaikan yang terus dilakukan oleh orang-orang di dalamnya.

Dari Terbanggi Besar, pesan sederhana itu terus bergema:“Berbagi tidak harus menunggu kaya. Kebaikan kecil yang dilakukan dengan ikhlas dapat menjadi besar ketika dilakukan bersama.

Dewan redaksi: Taufik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *