Hanura, (LINTASTODAY)— Data laporan menunjukkan bahwa adanya beberapa kasus malaria di desa-desa yang selama in memang Endemis malaria, dikarenakan curah hujan yang semakin meningkat, Selasa (09/01/2021).

Kegiatan penyemprotan malaria oleh Dinas Kesehatan yaitu Tim Medis dari UPTD Puskesmas Hanura Kecamatan Teluk Kabupaten Pesawaran bersama pendamping petugas pemegang program dan perawat, serta pendamping dari desa Lempasing.

Tim Medis UPTD Puskesmas Hanura melakukan Penyemprotan Malaria di Wilayah Kerja kecamatan Teluk Pandan, terhadap rumah warga yang di anggap rawan di tempat-tempat atau yang di duga tempat penyebaran Malaria.
Bahwa kegiatan tersebut merupakan pengendalian vektor cara kimiawi dengan insektisida dalam pemberantasan Malaria yang umum digunakan salah satunya adalah metode IRS – (Indoor Residual Spraying) atau penyemprotan rumah.

“Kegiatan ini kami mulai dari Desa-Desa dan yang berada di Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran seperti saat ini sedang berlangsung di Desa Lempasing, di wilayah kerja Puskesmas Hanura.”
Hal ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan mencegah terjadinya penyebaran malaria di wilayah Puskesmas Hanura. Atas fenomena kejadian ini Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung dan Puskesmas Hanura telah melaksanakan upaya pencegahan untuk menurunkan kasus di tahun 2021.

Pelaksanaan managemen pemberantasan dan pencegahan untuk mewujudkan program eliminasi malaria di Indonesia sesuai dengan kesepakatan global Millenium Development Goal’s.
Salah satu isu strategis dalam program eliminasi adalah komitmen pemerintah daerah, kemitraan. Untuk mendapatkan komitmen dibutuhkan advokasi ke semua stakeholder malaria. Untuk itu diperlukan gambaran informasi lebih lanjut tentang bagaimana gambaran pelaksanaan pencegahan malaria di Puskesmas.
Tempat terpisah saat jurnalis Lintastoday.com berkunjung ke puskesmas Hanura menjumpai Kepala UPTD Puskesmas Hanura Nazlına Mayantı SKM.MM diruang kerjanya untuk memintai keterangan dalam kegiatan penyemprotan malaria di desa Lempasing oleh tim medis.
Puskesmas Hanura adalah salah satu puskesmas dengan endemıs rendah malarıa sehubungan penıngkatan curah hujan akhır-akhır ını yang tınggı maka mulaı ada muncul kasus malarıa, jadi kalau ada muncul pasein yang pos malarıa kıta langsung melaksanakan kegıatan PE (Penyelıdıkan Epıdemıologı) mencarı dimana kemungkınan adanya jentık nyamuk Anopheles. Ujar Nazlina.
Harapan pada masyarakat dımasa musım hujan ıni agar menerapkan 3M (Menguras, Menutup Mengubur) barang yang kemungkınan bisa jadi sarang nyamuk, jangan serıng keluar malam untuk menghindarı gıgıtan nyamuk Anopheles, kalau pun terpaksa keluar pakaı Replant atau obat nyamuk oles dan tidar harus memakaı kelambu, jaga kesehatan, makan yang bergızı, rajın bersıh lıngkungan dari genangan aır.
Bila merasakan keluhan sakıt demam, mual, muntah, menggıgıl segera perıksakan darah ke puskesmas untuk mendapat pemerıksaan dan terapı malarıa yang tepat sehingga tidak terjadı keterlambatan pengobatan yang bisa menyebabkan malarıa cerebral bahkan kematıan, tegas Nazlına Mayantı SKM.MM.
Jurnalis : Asep Supriatna