Pemdes Triharjo Sosialisasikan Vaksinasi Demi Kesehatan Para Lansia

Lamsel (LINTASTODAY) Vaksinasi COVID-19 di Indonesia yang ditujukan untuk menciptakan herd immunity sudah dimulai sejak 13 Januari 2021. Presiden Joko Widodo sendiri yang menjadi orang pertama penerima.

Vaksin tersebut untuk membuktikan dan meyakinkan masyarakat luas bahwa vaksin yang digunakan ini aman, halal, dan bermanfaat. Setelah itu, vaksinasi pun segera dilakukan kepada tenaga medis yang merupakan kelompok paling rentan tertular.

Vaksinasi COVID-19 dilakukan secara bertahap dengan target sasaran 181,5 juta orang. Kini vaksin pun sudah sampai tahap kedua, yang berarti petugas pelayanan umum dan lansia di atas 60 tahun menjadi sasarannya.

Lansia juga menjadi kalangan yang diprioritaskan karena jika lansia terjangkit virus SARS-CoV-2 ini, mereka sangat rentan mengalami gejala yang berat bahkan berujung kematian. Apalagi kapasitas rumah sakit yang ada sekarang juga semakin sedikit, sehingga lansia benar-benar harus diprioritaskan.

Diduga faktor siklus imunitas berperan dalam hal ini dan memengaruhi efektivitas dari vaksin. Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia umumnya akan mengalami transformasi atau perubahan, termasuk pada kekebalan tubuh.

Kini Pemerintahan Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan bersama Tim Puskesmas telah melalukan sosialisasi Vaksinasi Covid-19 tahap kedua diprioritaskan untuk lansia dan pedagang.(24/03/2021).

Selain itu, kepala desa Triharjo, Santoso berharap kepada pedagang dan lansia agar tidak menolak vaksin Covid-19.

Vaksinasi COVID-19 sangat penting bagi lansia karena kelompok usia lanjut lebih rentan terhadap infeksi virus Corona. Adanya penyakit penyerta dan kondisi fisik yang mulai melemah membuat lansia lebih sulit untuk melawan infeksi, termasuk COVID-19. Itulah sebabnya, lansia menjadi prioritas untuk menerima vaksin ini, ujar Santoso.

Berdasarkan uji klinis yang telah dilakukan, vaksin Sinovac sudah terbukti aman dan efektif pada lansia. Efikasi vaksin Sinovac untuk lansia pada uji klinis ini bahkan mencapai 98%.
Dari uji klinis ini juga ditemukan bahwa efek samping yang dirasakan umumnya bersifat ringan dan sedang. Efek samping paling banyak adalah nyeri di tempat suntikan.

Efek samping lainnya yang juga bisa muncul adalah demam, rasa lelah, batuk ringan, mual, dan diare. Namun, efek samping tersebut hilang dalam 2 hari.

Selain vaksin Sinovac, ada beberapa vaksin lainnya yang juga sudah boleh diberikan untuk lansia antara lain vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin Oxford-AstraZeneca, vaksin Sputnik, dan vaksin Moderna.

Vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna yang sudah dipesan oleh pemerintah Indonesia pun memiliki efikasi yang baik pada lansia, yaitu di atas 93%. Sama seperti vaksin Sinovac, efek samping yang terjadi rata-rata bersifat ringan dan sementara.

Kendati terdapat laporan mengenai efek samping vaksin COVID-19 yang berdampak serius atau fatal pada lansia, jumlahnya terbilang sangat sedikit dan tidak bisa serta-merta dikaitkan dengan vaksinasi COVID-19.

Semua lansia yang dilaporkan mengalami efek samping serius juga sudah berusia di atas 70 tahun dan memiliki penyakit penyerta.

“Harapan saya untuk yang muda-muda janganlah untuk menolak, karena ini menimbulkan imunitas atau antibodi pada yang bersangkutan, Jadi bermanfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain,” kata dia.

Alhamdulilah, terima kasih kepada Tim Medis dari puskesmas yang mana telah terjun langsung ke masyarakat mensosialisasikan vaksin untuk para lansia.

Insya Allah penduduk desa triharjo kurang lebih 7000 jiwa sebagiannya lansia, saya upayakan bagi para lansia mau di vaksin demi kesehatan untuk kedepannya, tegas Santoso. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *