Pesawaran (LINTASTODAY) Demi mengembangkan potensi desa, digitalisasi dilakukan untuk percepatan akses, pelayanan publik dan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Inilah yang dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kamis (25/03/2021).

Dengan meresmikan proyek Smart Village yang berlokasi di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Desa Hanura merupakan salah satu pilot project (percontohan pengembangan) untuk Smart Village.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melakukan launching Pusat Inkubasi Tanaman Nusantara di Tahura Wan Abdul Rachman.
Launching ditandai dengan penanaman Bambu Panda Bali Kuning (Schyzostachyum Brachycladum) oleh Gubernur Arinal.

Gubernur Arinal beserta rombongan meninjau produk-produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berasal dari Tahura Wan Abdul Rachman. Dilanjutkan dengan peninjauan stand perlebahan dan mencicipi madu langsung dari stumpnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Arinal juga melihat langsung pohon merbau (Latsia Palembanica) yang telah ditanam Gubernur Arinal pada tahun 2006 saat menjabat sebagai Kadis Kehutanan Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan itu, terdapat MoU tentang penguatan konservasi, keanekaragaman hayati dan pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan hasil hutan bukan kayu di kawasan hutan Provinsi Lampung antara Pemerintah Provinsi Lampung dan PT. Bukit Asam.

Dalam sambutannya, Gubernur Arinal mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kawasan dan fungsi hutan.
Banyak Provinsi yang mengalami hal yang tidak diinginkan seperti banjir dan longsor akibat tidak menjaga kawasan hutan. “Dan alhamdulillah Lampung bisa mempertahankan itu,” ujarnya.
Saya selaku kades Hanura Rio Remota, mengucapakan terima kasih semua panitia terlibat Launching Smart Village yang mana sudah membantu dalam hal membangun kemanjuan desa kita ini.
Terima kasih juga kepada orang tua kita yaitu bupati Pesawaran dan Camat Teluk Pandan beserta stafnya telah mendukung dan suport penuh atas terlaksananya Lauching Smart Village di desa Hanura, hanya ini yang bisa saya ucapakan, ujar Rio Remota. (4 53 P)
