PESISIR BARAT (LINTASTODAY) Pembangunan Drainase Sepanjang Jalan Lintas Barat di Kecamatan Ngambur Kabupaten Pesisir Barat dikeluhkan dan menjadi sorotan warga setempat.

Pembangunan drainase yang semestinya bisa menjadi kebanggaan warga setempat justru di keluhkan warga karena pengerjaannya yang dinilai terkesan asal jadi tanpa dilengkapi keterangan papan merk informasi atau kegiatan proyek berapa panjang kilometer dan berapa besaran sumber anggaran yang diduga bersumber dari APBN tersebut.
Menurut warga setempat bahwa pembangunan dikerjakan tidak memperdulikan kualitas bangunan, yang penting batu dapat terpasang dan terlihat halus dari luar setelah ditutupi dengan adukan semen.
Hal demikian diungkapkan oleh pak Mar Jum’at (23/4), dia sangat menyesalkan atas pembangunan drainase yang menghabiskan ratusan juta uang rakyat tersebut, namun apa yang bisa diperbuat karena kami ini orang kecil, kalau mau mengadu kami juga tidak paham mengadu kemana dan dengan siapa.
“Iya bang, saya secara pribadi sangat kesal dan sangat kecewa kenapa terlihat janggal cara pemasangan batu drainase itu, kalau menurut saya pekerjaan itu tidak ubahnya seperti mainan saja, memang terlihat rapi kalau dari luarnya saja, padahal didalamnya cuma disusun batu satu baris dan langsung ditimbun tanah, jadi secara sepintas rapi dan bagus karena bagian luarnya dipoles dengan adukan semen yang rata, tapi materialnya cuma batu sebaris dan diduga pula dipadatkan dengan tanah, kami yakin umur drainase tersebut tidak bakal lama, “Terangnya.
“Kepada pemerintah daerah, pemerintah Pekon, dan yang memiliki kewenangan lainnya, tolong janganlah tertidur saja, lihat dan tanggapi keluhan kami selaku warga kecil ini, segera ditindaklanjuti jangan sampai ada pembangunan yang malah merugikan kami masyarakat.
“Kami sangat mendukung program pemerintah, dan pembangunan ini, tetapi karena ada oknum yang mungkin senghaja bermain, cuma kerja asal-asalan yang penting untung besar, sehingga patut kami duga bakal merugikan kami sebagai warga setempat, “Tutupnya.
Disaat yang bersamaan tim jurnalis lintastoday.com mengecek ke lokasi langsung bertemu dengan bapak Ahmad yang mengaku sebagai pengawas dan suplier air mengatakan dirinya hanya sebagai pekerja tidak bisa menjelaskan secara detail kenapa pekerjaan begitu.
“Saya hanya sebagai pengawas dan suplier air pak, kalau terkait kwalitas pekerjaan dan sebagainya, saya tidak bisa menjelaskan secara detail, apa yang diamanahkan itulah yang kami kerjakan, “Kilahnya.
Sementara salah satu tukang yang sedang bekerja, saat ditanyakan terkait hal tersebut tidak mengetahui banyak mengenai pekerjaan, karena ia mengaku hanya menjalankan perintah atasan atau bos nya saja.
“Saya tidak tahu menahu soal ini dan itunya pak, yang saya tahu apa perintah bos, itulah yang saya dan kawan- kawan kerjakan, termasuk berapa anggaran pembangunan, nilainya berapa, volumenya berapa, saya kurang paham pak, “Paparnya.
Saat ditanyakan kapan bosnya ada dilokasi, pengawas dan para pekerja mengatakan tidak tau.
“Kalau bos kami tidak tau pak kapan kesini, karena waktunya tidak tetap kapan beliau akan datang, dan nomor HP nya pun kami tidak punya, “Tutup Ahmad.
Sampai berita ini kami terbitkan, pihak pemborong belum ada yang berhasil dikonfirmasi. ( Umi/Yahman
