Lintastoday – Kepulaun Riau – Lingga – Setelah selesai loding tongkang yang bermuatan BBM Solar dan bensin,kini pelabuhan tersebut berdampak rusak parah di bagian, Mooring bollard, atau tiang tegak pendek, yang terbuat dari besi tuang di dermaga yang di gunakan untuk menambahkan kapal, kini di Aria tersebut rusak parah. Kamis 22 Januari 2025
Menurut sumber warga setempat, pelabuhan tersebut kini kerap kali di jadikan tempat sandaran tongkang yang bermuatan BBM bersubsidi, solar dan bensin milik SPBU yang ada di Dabo ini
“dan kapal tongkang bermuatan BBM tersebut baru aja meninggal kan pelabuhan Dabo pada hari Selasa, kalau tidak kapal tersebut masih bersandar di pelabuhan pada minggu sama Senin, dan hari Selasanya tongkang itu sudah berangkat. Kata sumber kepada wartawan ini melalui via Whatsap
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penyelenggaraan pelabuhan wilayah V kabupaten lingga, Aryanto, S. Mn, saat di konfirmasi media ini menyampaikan, terkait dengan hancurnya di Aria lokasi pengikat, tali kapal tersebut
“sebenarnya, pelabuhan Dabo merupakan Pelabuhan, Pengalihan Personil, Peralatan, Pembiayaan, dan Dokumen (P3D) Kepada pemerintah Daerah yang diserahkan Kementrian Perhubungan Pusat ke Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kata Aryanto, S. Mn. selaku kepala UPTD kabupaten lingga

Lanjut Pak Aryanto, seharusnya pelabuhan tersebut sudah di kelola oleh Pemrov Kepri sejak Januari 2024 yang lalu namun sampai sekarang ini belum bisa kita kelola kan. Nah terkait ada pungutan Retribusi Dinas Perhubungan Provinsi Kepri dalam hal ini
“UPTD Penyelenggaraan Pelabuhan Wilayah V Kabupaten Lingga sampai saat ini belum melakukan pungutan tersebut. Dikarenakan Unit Pelayanan Publik (UPP) Dabo masih melakukan pungutan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), merupakan pendapatan pemerintah pusat, sehingga akan berat jika dilakukan pungutan Double. Kata Aryanto, S.Mn, selaku kepala UPTD
Selanjutnya Media ini juga mencoba menghubungi Bapak Junaidi selaku Kedis Dishub Provinsi Kepri, guna untuk memintai keterangan selanjutnya, melalui via Whatsap, namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari kadis tersebut, sehingga berita ini kami terbitkan
Editor: E. Fik




