Tower Berdiri, Sinyal Malah Menghilang! Ribuan Warga Pengguna Telkomsel di Posek Keluhkan Jaringan

Lintastoday – LINGGA, KEPULAUAN RIAU — Polemik kualitas jaringan telekomunikasi kembali mencuat di Kecamatan Kepulauan Posek, Kabupaten Lingga. Di tengah kebutuhan komunikasi masyarakat yang terus meningkat, keluhan terhadap jaringan Telkomsel justru masih terdengar.

Ironisnya, keberadaan menara telekomunikasi di wilayah tersebut belum sepenuhnya membuat masyarakat mendapatkan layanan jaringan yang stabil. Ribuan pengguna jaringan Telkomsel di wilayah Kecamatan Kepulauan Posek disebut masih menghadapi persoalan kualitas sinyal, terutama ketika hujan turun.

Keluhan tersebut disampaikan Joni, salah seorang tokoh pemuda Desa Posek, kepada media. Jumat 2 Oktober 2026

Menurut Joni, persoalan jaringan bukan lagi keluhan sesaat. Gangguan disebut sudah berlangsung cukup lama dan dirasakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.“Saat ini masyarakat butuh jaringan yang normal dan maksimal, bukan mengharapkan tower dua tiga biji, sementara jaringan saja butuh matahari baru ada sinyal,” ujar Joni.

TOWER SUDAH BERDIRI, KENAPA SINYAL MASIH BERMASALAH?
Sorotan warga semakin tajam setelah berdirinya menara telekomunikasi di wilayah Pulau Mas Bangsal, Desa Posek.

Sebelumnya, menurut Joni, sempat beredar informasi bahwa menara tersebut akan berfungsi sebagai menara induk yang diharapkan mampu memperkuat dan meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi di wilayah Kepulauan Posek.

Namun, masyarakat mengaku belum merasakan perubahan sebagaimana yang diharapkan.“Setelah berdiri, rupanya masih menyedot sinyal tower di Sungai Riang,” katanya.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah pembangunan menara benar-benar diikuti peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan yang diterima pengguna?

Bagi masyarakat, keberadaan tower bukan sekadar persoalan menara berdiri di atas tanah. Yang paling penting adalah sinyal kuat, jaringan stabil, dan layanan dapat digunakan ketika masyarakat benar-benar membutuhkannya.

NELAYAN PALING MERASAKAN DAMPAKNYA
Joni menegaskan, kebutuhan jaringan telekomunikasi di Kepulauan Posek bukan sekadar untuk membuka media sosial atau melakukan komunikasi biasa.

Sebagian masyarakat bekerja sebagai nelayan. Ketika berada di laut, komunikasi menjadi bagian penting dalam aktivitas mereka, terlebih ketika kondisi cuaca berubah, berkabut, atau terjadi situasi yang membutuhkan komunikasi dengan keluarga maupun pihak lainnya.

Karena itu, menurutnya, kualitas jaringan harus menjadi perhatian serius.“Kami masyarakat siap menyediakan lahan jika ada perusahaan yang ingin mendirikan tower XL, agar dapat bersaing dengan tower Telkomsel yang ada di Kecamatan Kepulauan Posek ini,” ujarnya.

WARGA MINTA OPERATOR JANGAN TUTUP MATA
Joni berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pihak operator telekomunikasi maupun instansi terkait.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan layanan komunikasi yang benar-benar dapat diandalkan, bukan hanya melihat jumlah menara yang sudah dibangun.

Ia juga mengatakan persoalan jaringan tersebut telah disampaikannya kepada Anggota DPRD Kabupaten Lingga dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4, Tengku Firmana Syahputra.

Joni mengaku mendapat respons positif dari legislator tersebut.“Beliau selalu merakyat. Kalau ditelepon, sesibuk apa pun pasti langsung diangkat. Untuk itu, atas nama masyarakat dan saya pribadi, saya memberikan apresiasi kepada beliau,” katanya.

Kini, masyarakat menunggu langkah nyata. Jika tower sudah berdiri, tetapi jaringan masih dikeluhkan ribuan pengguna, tentu publik berhak mempertanyakan apakah kapasitas dan kualitas layanan yang diberikan sudah sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

Warga Posek tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya ingin satu hal: ketika membutuhkan komunikasi, sinyal tidak ikut “menghilang” hanya karena hujan turun.

Dewan redaksi: Taufik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *