Lintastoday – Kepulaun Riau – Lingga – Calon bupati lingga H.Alias wello, saat melakukan Kampanye Dialogis di kampung mentok, Desa batu berdaun, Awe menceritakan sedikit di masa dia menjabat sebagai bupati lingga 2016 yang lalu, pernah mencatat sebagai penghasil beras terbesar di provinsi Kepri, tak perlu waktu lama dalam 100 hari kita dapat suntikan dana dari Kementerian terhadap beras terbesar di Provinsi Kepri Yang tampan mengunakan anggaran APBD lingga, melainkan mengunakan dana pribadi saya, urai H. Alias wello di depan ratusan warga.
Pak,,, saya sampaikan di masa itu terkait dengan persawahan, kabupaten lingga pernah menjadi salah satu kabupaten di provinsi Kepri menjadi kabupaten yang satu – satunya kabupaten berpenghasilan beras yang paling terbanyak, boleh di bilang lingga, dalam penghasilan beras paling terbesar, maka itu kita memiliki amplasmen gudang Bulog yang ada di daerah Desa sungai besar, kecamatan lingga Utara
“dimasa aku dulu pernah berhasil aku dapat penghargaan dan kita dipuji-puji karena kita satu-satunya penghasil beras terbesar di Provinsi Kepri sekarang semua yang kutinggalkan itu sekarang sudah tidak jalan lagi, ntah bagaimana cara pemerintahan lingga sekarang yang mengolah akupun dak tahu seperti apa kinerja pemerintahan lingga sekarang ini. Cetus Awe Senin 11/11/2025 ( 21 : 32 wib )
Nah terkait pabrik pengolahan makan ikan, itu mesin yang saya belikan, dari Tiongkok, itu mesin mahal, kalau bapak tanyakan tadi kenapa tidak berjalan,,,,, bapak coba tanyakan sama bupati Nizar sekarang, sekda, dan juga asisten, suatu saya tidak mejabat sebagai bupati, saya membangun pabrik tersebut lebih besar dari yang ada itu, pabrik tersebut saya bangun dengan anggaran pribadi saya di tanah putih itu dengan anggaran miliaran rupiah
“Nah saya pernah menawarkan untuk kerja sama dengan pemerintah, agar mesin tersebut bisa di manfaatkan di pabrik yang saya bangun di Tanah putih tersebut, guna untuk menghindari dari bau taksedap dari masa rakat sekitar pabrik tersebut, tapi syang tawaran saya kepada pemerintah lingga di tolak, padahal itu bisa menerapkan tenaga kerja ratusan orang, dan juga menguntungkan para nelayan, karena pabrik tersebut bisa membeli ikan sekecil apapun termasuk ikan rinnyau yang biasa di buang para nelayan. Ucap Awe
Dan terkait dengan amplasmen yang kini menjadi politiknik itu, di masa saya membangun, dulu itu untuk di jadikan sebagai aset pendapatan daerah, yang di kelola oleh daerah, dan kapasitas juga izin tersebut itu banyak di bantu oleh dari pusat, dengan tujuan agar anak – anak kita tidak jauh – jauh menimba ilmu, selain itu dengan tujuan agar perputaran uang tetap berada di wilayah kita lingga
“tapi sayang pemerintah tersebut tidak mau mengelola, sehingga sampai saat sekarang ini politiknik tersebut saya ambil alih, 60 juta pertahun yang saya bayarkan ke pada pemerintah lingga dengan saku saya sendiri. Nah untuk itu bagi bapak , ibuk yang mau menyekolahkan anaknya silahkan daptar di poliklinik tersebut dengan gratis dan Tampa sepeserpun bapak , ibuk untuk mengeluarkan duit. (Red)
Editor: E. Taufik
Kampanye di Kampung Mentok: Paslon No Urut-02, H. Alias Wello Paparkan Pertanyaan Warga




