Lintastoday – Kepulauan Riau – Lingga – Pelabuhan Roro mini yang di bangun pemerintah lingga berdasarkan dengan LPSE kabupaten lingga, dengan menggunakan anggaran APBD sebesar Rp.800.000.000.00 tidak bisa dinikmati masyarakat setempat
“Identifikasi Masalah,Lokasi Tidak Tepat Dekat Permukiman Warga Pembangunan pelabuhan yang terlalu dekat dengan rumah penduduk berkisaran 15 meter berpotensi menimbulkan konflik sosial, gangguan aktivitas warga, dan masalah keselamatan.
Pembangunan pelabuhan Roro mini tersebut, Dibangun di Atas Karang – Karang merupakan ekosistem sensitif yang rentan rusak. Selain merusak lingkungan, lokasi ini menyebabkan air laut di sekitar pelabuhan mengering, membuat kapal Roro tidak bisa bersandar. kata sumber warga senayang yang ngan namanya di publik.rabu 05 Febrian 2025
Wartawan ini menilai dari hasil investigasi kelapangan, di Desa sekanah menilai, Perencanaan yang Buruk Kurangnya Kajian Teknis. Tidak adanya analisis hidrografi (kedalaman air, pasang surut) dan geologi lokasi sebelum pembangunan. Kegagalan Peran Konsultan Tim konsultan dan dinas terkait (Dinas Perhubungan) dinilai tidak profesional karena mengabaikan faktor lingkungan dan kebutuhan operasional pelabuhan
“Pemborosan Anggaran Dana APBD sebesar Rp800.000.000.00 tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, berpotensi menimbulkan dugaan inkompetensi atau korupsi.
Hal ini Kehilangan Kepercayaan pada Pemerintah, Masyarakat kecewa karena proyek strategis gagal, berpotensi menurunkan partisipasi warga dalam program pemerintah selanjutnya.
Seharusnya pemerintah,Melibatkan masyarakat dan ahli kelautan dalam tahap perencanaan proyek serupa.Pemerintah Lingga perlu terbuka kepada publik tentang penyebab kegagalan dan langkah perbaikan. Menindak tegas pihak yang lalai atau terlibat praktik korupsi (jika terbukti).
Pelajaran untuk Pemerintah,
Proyek infrastruktur harus diawali dengan kajian menyeluruh (teknis, lingkungan, sosial) dan melibatkan partisipasi masyarakat. Pembangunan yang terburu-buru hanya akan menghamburkan anggaran dan merusak kepercayaan publik.
Kesimpulan Kegagalan pelabuhan Roro mini di Lingga mencerminkan lemahnya tata kelola pemerintahan dalam perencanaan pembangunan. Solusi berkelanjutan perlu diprioritaskan untuk memulihkan fungsi pelabuhan sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat.
Editor: E. Fik




